Ibu, hari ini anakmu patah hati
Lagi-lagi ia berpikir betapa tidak layaknya ia untuk dicintai
Lagi-lagi ia kembali bertanya kenapa ia lahir dengan begitu banyak kekurangan diri
Lagi-lagi ia berpikir betapa tidak layaknya ia untuk dicintai
Lagi-lagi ia kembali bertanya kenapa ia lahir dengan begitu banyak kekurangan diri
Ibu, hari ini anakmu patah hati
Tembok yang ia bangun tinggi tinggi harus dipecundangi ekspektasi
Laki-laki yang ia sungguh-sungguh sayangi memilih untuk pergi
Ibu, hari ini anakmu patah hati
Dihinggapi sepi, ia memeluk tubuhnya sendiri
Ia mencari lenganmu, tapi jauhnya tak tergapai
Bu, hari ini aku patah hati
mungkin sampai mati memang sebaiknya aku hidup sendiri
Bintuni, 5 Desember 2021
Cerita ini seperti sedang menyingkap luka di dalam diriku sendiri. Dua tahun aku juga bertahan dengan seseorang yang aku cintai sepenuh hati, tapi akhirnya dia memilih pergi. Bukan hanya pergi, tapi meninggalkan aku dengan keyakinan bahwa aku yang salah, seakan-akan ketulusanku tidak ada artinya.
BalasHapusAku tahu rasanya merasa tidak layak dicintai, merasa semua usaha runtuh hanya karena satu keputusan. Aku juga pernah memeluk sepi, berharap ada pelukan yang bisa menenangkan, tapi yang tersisa hanya hampa.
Mungkin benar, kadang kita harus berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua cinta bisa dimiliki. Tapi aku percaya, luka ini suatu hari akan berubah jadi kekuatan. Karena meski aku merasa hancur, aku tahu aku pernah mencintai dengan sungguh-sungguh, dan itu tidak bisa dianggap sia-sia.😊